3SA04
13613744
TUGAS SOFTSKILL
A. Peranan Komunikasi dalam dunia
bisnis dan teknologi Informasi dalam komunikasi bisnis
Penerapan Teknologi
Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi
waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan
teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnyapenerapan
Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salahsatu aplikasi perangkat
lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama
kebanyakan.
Salah satu peranan
teknologi informasi bagi perusahaan yang paling nyata adalah semua pekerjaan
akan lebih cepat dan akurat. Penerapan teknologi informasi yang efektif akan
mengurangi biaya yang tidak diharapkan dan dapat meningkatkan fleksibilitas.
Hal ini akan terlihat dalam alur bisnis yang menjadi lebih terorganisir dan
tersentralisasi.
Teknologi Informasi
dapat diterapkan pada semua jenis usaha dan telah menjadi kebutuhan dasar mulai
dari perusahaan kecil sampai perusahaan besar bahkan toko retail sekalipun.
Jadi sudah saatnya setiap perusahaan menggunakan jasa pembuatan program untuk
mulai menerapkan teknologi informasi dalam usaha mereka agar dapat bersaing
dengan perusahaan lain.
·
Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis
Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara
elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan
menggunakan jaringan komunikasi internet.
·
Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan
lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang
dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan
saldo,pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
Peran Teknologi
Informasi dalam meningkatkan keunggulan Kompetitif
Perusahaan di masa era
informasi adalah masa transformasi yang revolusioner, Kinerja perusahaan tidak
hanya dinilai dari sisi financial dan aktiva tetapi membahas segala aspek yang
harus menyediakan cost leadership, diffrention, dan focus. Diharapkan dengan
menyerahkan pengelolaan proses tersebut ke tangan perusahaan lain sebagai mitra
bisnis yang memiliki core business di bidang tersebut, terciptalah sebuah
proses dengan kinerja optimal
Era Globalisasi
Perkembangan teknologi
informasi telah berkembang luar biasa hebatnya baik dari sisi perangkat keras,
perangkat lunak, atau sumber daya manusia yang mendayagunakannya. Saat ini
kehidupan manusia mulai bergeser ke kehidupan komputasi persasif, suatu
kehidupan yang meletakkan teknologi informasi sebagai bagian dari kehidupan
manusia kapan dan dimana saja. Hal ini dapat diilihat dari prilaku manusia yang
sudah mulai terbiasa dengan komputer, sudah mulai terbiasa dengan internet, dan
sudah mulai merasakan bahwa sekumpulan kebutuhannya dapat dibantu oleh
teknologi informasi.
Komunikasi Bisnis
dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi adalah suatu
proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau
lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek
tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi.
Persaingan yang keras
dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat
menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya
juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya,
yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui
Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Pergerakan bisnis yang
semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih
cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, dan, bahkan, dalam menghadapi
persaingan.
Telepon Sebagai media
Komunikasi Bisnis.
Pada awalnya,
komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan menggunakan suatu perangkat
komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat ini para pelaku bisnis
dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak lain dalam rangka
menjalankan bisnisnya.
Internet sebagai salah
satu media Komunikasi Bisnis
Pengertian
Internet
Internet dapat
diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu
menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh
dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai
yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Manfaat internet
Secara umum ada banyak
manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet.
Berikut ini sebagian
dari apa yang tersedia di internet:
1. Informasi untuk
kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani,
sosial.
2. Informasi untuk
kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas,
berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum
komunikasi.
Satu hal yang paling
menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas
ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat
pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat
demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat
internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa
mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih
meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para
profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari
masyarakat informasi dunia.
Situs web perusahaan
misalnya, menyediakan berbagai informasi. Banyak perusahaan dewasa ini
menggunakan situs web unutk mengiklankan produk, menerima pesanan produk,
meminta umpan balik pelanggan dan menerima karyawan. Mereka juga menggunakan
internet untUk berkomunikasi dengan kelompok terpilih (pilihan).Salah satu
penggunaan internet sebagai media komunikasi bisnis adalah dengan penggunaan
email, karena email adalah sarana internet yang bisa menyajikan tulisan.
E-Commerce/Pandangan
dalam Komunikasi Bisnis
Perdagangan sebenarnya
merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan
dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang
senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan
penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat
didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan
barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para
pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan
melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir
menggunakan media internet.
Sistem E-commerce dapat
diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu :
a) Electronic Markets
(EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga
pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian
lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan
fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi
tentang harga dan produk yang ditawarkan.
b) Elektronic Data
Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data
transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara
organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh
International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data
terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari
satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media
elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok
retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi
komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem
komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur,
sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam
penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
c) Internet Commerce,
adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi
untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam
penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara
lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau
sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Bisnis dan
Komunikasi
Ditinjau dari aspek
bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya).
Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya
yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan.
Dalam lingkup
organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang
ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan
manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan
sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang
merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit
komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi
dalam suatu lingkungan.
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
DALAM ORGANISASI BISNIS
Komunikasi Bisnis yang
efektif diperlukan oleh semua organisasi bisnis dalam upaya mencapai tujuannya.
Organisasi bisnis yang produktif ditunjang oleh penguasaan komunikasi bisnis
para anggota organisasinya, baik penguasaan komunikasi verbal (lisan dan
tulisan),maupun komunikasi non-verbal. Fakta empiris dalam dunia organisasi
menunjukkan bahwa sebagain besar anggota organisasi melakukan pekerjaannya
dengan melakukan komunikasi.
Dalam kehidupan
organisasi bisnis, keberadaan tim kerja semakin populer. Banyak perusahaan dari
berbagai industri menerapkan konsep tim kerja dalam melakukan aktifitasnya.
Pemakaian tim kerja diyakini banyak pimpinan perusahaan akan lebih efektif,
dibandingkan penyelesaian aktifitas secara individual. Pemakaian tim kerja
diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif. Penjumlahan aggota dalam tim
akan memungkinkan menghasilkan output yang lebih besar dibandingkan output
total yang dikerjakan oleh masing-masing individu. Tidak peduli seberapa
berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya
kasus hukum, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan
komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan
berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk
dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan
atau informasi yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta
keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian
yang sangat penting.
Masalah Dalam
Komunikasi
Komunikasi seringkali
terganggu atau bahkan dapat menjadi buntu sama sekali. Faktor hambatan yang
biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai
berikut :
Hambatan jenis ini
timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran
pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas
dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di
bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi
dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.Gangguan semantik
menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif.
Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat
bahasa.Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus
memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya,
serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap
kata-kata yang digunakannya.Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah
pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik
komunikator maupun komunikan.
Kemampuan Individu
dalam Komunikasi Bisnis
Dalam menjalankan
praktek bisnisnya, individu yang melakuakn praktek bisnis tersebut perlu
berkomunikasi dengan orang lain, semua pihak yang berkaitan dengan bisnisnya.
Komunikasi antara atasan dengan bawahan, komunikasi dengan konsumen, komunikasi
dengan pihak ketiga ( seperti pemasok, distributor, pemerintah, pihak lain
).
Untuk melakukan praktek
bisnis ini para pelaku bisnis kiranya perlu memiliki kemampuan dalam komunikasi
bisnis.
Tantangan seorang
manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, yang menuntut kemampuan untuk
mengkomunikasikan ide gagasan dan tujuan dalam lingkungan organisasinya serta
bagaimana menyampaikan produk atau jasa yang dimilikinya kepada
pelanggan.
Komunikasi Bisnis yang
efektif diperlukan oleh semua organisasi bisnis dalam upaya mencapai tujuannya.
Organisasi bisnis yang produktif ditunjang oleh penguasaan komunikasi bisnis
para anggota organisasinya, baik penguasaan komunikasi verbal (lisan dan
tulisan), maupun komunikasi non-verbal. Fakta empiris dalam dunia organisasi
menunjukkan bahwa sebagain besar anggota organisasi melakukan pekerjaannya
dengan melakukan komunikasi.
Kendala Dalam
Komunikasi Bisnis.
Terdapat 6 kendala yang
mungkin muncul saat r mengkomunikasikan bisnis organisasinya, yaitu:
A) Struktur komunikasi
yang buruk
Struktur komunikasi
adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis. Tidak
penting apakah audiencenya hanya s atu orang atau ribuan orang dan sekalipun di
tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesan yang disampaikan
haruslah terdengar dan dimengerti. Struktur komunikasi yang baik, mengikuti
pola :
- Pembukaan
- isi
- penutup
selanjutnya : Umum à
Detil à Umum atau Global à Detil à Global
B) Penyampaian yang
lemah
Tidak menjadi menjadi
masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabila disampaikannya
tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain
sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan ” yang sudah
tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan
respons. Dengan demikian, pesan yang kuat, tidak boleh seperti lawakan yang
tidak lucu. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak,
tidak sekedar mengelus-elus atau mengingatkan.
C) Penggunaan media
yang salah
Perlu untuk
mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dan karakteristik
unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilih media
yang tepat. Jika pesan yang disampaikan sangat kompleks, berikanlah ruang agar
audience kita dapat mencerna pesan tersebut secara lebih leluasa, sesuai
kecepatan mereka, seperti di kamar tidur, kamar mandi, televise, radio,
majalah, koran dan lain sebagainya.
D) Pesan yang campur
aduk
Pesan yang campur aduk,
hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkan cemoohan dari audience. Seperti,
larangan untuk memberikan hadiah kepada klien, tetapi pada saat yang sama
memberikan pengecualian untuk klien-klien baru atau pelanggan VIP yang
berpotensi besar pada bisnis perusahaan. Sementara, kriteria dari klien
potensial atau pelanggan VIP tersebut tidak dirinci secara jelas.
E) Salah Audience
Topik yang dipilih
hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience. Sebagai contoh,
misalnya dalam event pertemuan antara wakil dari Pemerintah dan Pengusaha,
namun dalam presentasi disajikan tentang analisis situasi politik dan
pemerintahan, sedangkan para pengusaha, sebenarnya lebih mengharapkan
penjelasan bagaimana tindakan atau langkah-langkah konkrit yang diambil
pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
F) Lingkungan yang
mengganggu
Lingkungan yang
mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehingga pesan yang
disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suara
penyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar
ruangan, (seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ),
Bunyi handphone dari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan,
dsb. Oleh karena itu, perlunya pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar
audience fokus dengan pesan yang disampaikan.
Masalah Komunikasi Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dalam praktek
komunikasi bisnis diperlukan sarana yang dapat menunjang proses komunikasi itu,
teknologi informasi dan komunikasi yang semakin hari semakin berkembang dapat
dimanfaatkan dalam praktek komunikasi bisnis.
Seiring dengan
perkembangan teknologi dan sistim informasi, komunikasi berkembang menjadi
suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistim informasi dan teknologi
mempercepat proses Globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat
tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh
belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa
penghalang apapun .
Perkembangan teknologi
yang semakin pesat, memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai
macam media.
Perkembangan bisnis
masa ini bergerak lebih cepat dibanding sebelumnya, sehingga mereka membutuhkan
komunikasi yang lebih luas dan lebih baik, terutama dalam mempertahankan
pelanggan dan pemasok, dan bahkan dalam menghadapi persaingan yang semakin
ketat. Dengan solusi mobilitas diharapkan para karyawan akan lebih produktif,
di manapun mereka berada. Itu karena mereka memiliki akses tertentu terhadap
berbagai aplikasi perusahaan melalui berbagai perangkat bergerak atau berbagai
akses lainnya.
Kesediaan prasarana dan
sarana informasi serta tingkat pemilihan akses dan aset terhadap penggunaan
informasi merupakan prasyarat untuk dapat memanfaatkan dan memberikan nilai (
volume ) terhadap sesuatu informasi. Semua prinsip informatika tersebut tidak
terlepas dari tuntutan dan kebutuhan serta kegiatan manusia dan masyarakat di
dalam kehidupannya sehari – hari. Dengan semakin mendalamnya keterlibatan
setiap negara di dalam jaringan globalisasi ekonomi dan gaya hidup maka
tuntutan dan kebutuhan serta kegiatan setiap negara termasuk masyarakatnya yang
melibatkan pentingnya peranan informasi menjadi suatu keharusan.
Untuk itu komunikasi
bisnis tanpa adanya dukungan infrastruktur sarana dan prasarana teknologi
informasi dan komunikasi tentunya tidak akan berjalan dengan lancar. Selain itu
tanpa adanya peranan teknologi informasi dan komunikasi praktek komunikasi
bisnis akan menjadi ketinggalan zaman, informasi yang didapat akan jauh
tertinggal, dan akan membawa dampak perkembangan bisnis akan menjadi
lambat.
Kendala yang bisa saja
muncul dalam praktek komunikasi bisnis dengan peranan teknologi informasi dan
komunikasi adalah selain masalah infrastruktur sarana dan prasarana, juga
masalah ketidakmampuan manusia dalam menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi dengan baik, juga kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik menjadi
hambatan yang seringkali muncul dalam praktek komunikasi bisnis.
masalah infrastruktur.
Sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi yang terbilang
membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga bagi pelaku bisnis yang memiliki
modal yang tidak banyak mengakibatkan kurangnya pembangunan infrastruktur
pendukung Komunikasi bisnis.
masalah kemampuan
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Walaupun fasilitas komunikasi
bisnis telah memadai, kendala yang bisa saja muncul adalah kemampuan sumber
daya manusia dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Mungkin masih ada beberapa
pelaku bisnis yang belum mampu menggunakan alat komunikasi dalam bisnisnya,
sehingga walaupun peralatan yang digunakan adalah peralatan dengan teknologi
canggih sekalipun, jika manusianya tidak dapat mengoperasikan/ menggunakan
peralatan tersebut akan menjadi percuma.
kemampuan individu
dalam berkomunikasi. Masalah yang paling mendasar dalam praktek komunikasi
bisnis baik dengan peran teknologi informasi dan komunikasi dan tanpa peran TIK
tersebut, masalah yang mendasar adalah kemampuan komunikasi dari individu itu
sendiri. Apabila seseorang memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik, maka
secara otomatis praktek komunikasi bisnisnya tetap mengalami kendala, walau
telah didukung oleh peranan teknologi informasi dan komunikasi. Cara orang
tersebut menyampaikan pesan kepada pihak lain itulah yang menjadi hal yang
paling penting untuk diperhatikan.
B. SUB Keuntungan dan Pemanfaatan
menguasai Teknologi Informasi dalam komunikasi Bisnis
A. Dalam Bidang Sosial
Keuntungan :
Kemajuan teknologi
komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan
tempat yang lain.
Kerugian :
Dengan semakin pesatnya
komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to
face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
Seseorang yang terus
menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang
individualis.
Dengan pesatnya
teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang
masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin
mudah.
Kemajuan TIK juga pasti
akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara
orang kaya dan orang miskin.
Maraknya cyber
crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data
dan berbagaicyber crime yang lainnya
Menurut Paul C Saettler
dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi
anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan
anak menjadi tidak cerdas secara sosial.
B. Dalam Bidang
Pendidikan
Keuntungan :
Informasi yang
dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
Inovasi dalam
pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang
semakin memudahkan proses pendidikan.
Kemajuan TIK juga akan
memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang
berbasisteleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta
didik berada dalam satu ruangan.
Sistem administrasi
pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan
sistem TIK.
Kerugian :
Kemajuan TIK juga akan
semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan
Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang
yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
Walaupun sistem
administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan
tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan
berakibat fatal.
Salah satu dampak
negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan
berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
C. Dalam Bidang Ekonomi
Keuntungan :
Semakin maraknya
penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
Bisnis yang berbasis
TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah
transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
Dengan fasilitas
pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah
kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
Kerugian :
Dengan mudahnya
melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula
transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi
narkoba.
Hal yang sering terjadi
adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan
kerugian financial yang besar.
D. Dalam Bidang
Pemerintahan
Keuntungan :
Tenologi Informasi dan
Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang
disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses
kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat
berjalan dengan lancar.
e-government juga
dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa
meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
Masyarakat dapat
memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah
sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
Kerugian :
Semakin bebasnya
masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber
crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus
pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
C.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi
Dalam Keputusan Bisnis
Teknologi sistem
informasi banyak dimanfaatkan bagi pengguna yang sangat berpengaruh terhadap
jalannya suatu organisasi atau dalam perusahaan. Teknologi sistem informasi
dalam organisasi bisnis menjadi penting artinya berkaitan dengan ketepatan
waktu dan kebenaran penyediaan informasi yang dibutuhkan pemakai. Perkembangan
sistem informasi tersebut perlu didukung banyak faktor yang diharapkan dapat
memberikan kesuksesan bagi sistem informasi itu sendiri yang tercermin dari
kepuasan user sebagai pengguna sistem informasi tersebut. Sistem informasi
tidak hanya sebagai alat pengolahan data melainkan digunakan untuk mengetahui
lebih cepat timbulnya permasalahan dalam organisasi.
Sistem informasi adalah
salah satu cara agar organisasi bisnis dapat memberikan keunggulan kompetitif.
Teknologi informasi merupakan sumber daya keempat setelah sumber daya manusia,
sumber daya uang, sumber daya mesin yang digunakan untuk membentuk dan
mengoperasikan perusahaan. Teknologi informasi dalam organisasi akan membantu
penyediaan informasi dalam pengambilan keputusan seorang manajer dalam suatu
perusahaan dengan cepat. Sistem informasi tersebut digunakan untuk meningkatkan
kinerja individual dalam organisasi bisnis yang pastinya juga akan meningkatkan
kerja organisasi. Teknologi sistem informasi saat ini memainkan peranan penting
dalam mendukung pengambilan keputusan oleh manajemen dalam pengevaluasian.
Dimana evaluasi tersebut berguna dalam membantu tercapainya keberhasilan atas
pengembangan sistem informasi.
Keberhasilan suatu
sistem informasi tergantung pada kemudahan dan pemanfaatan pemakai sistem
terhadap teknologi yang ada dalam sistem karena teknologi akan membantu
individu dalam menyelesaikan tugasnya. Suatu hal yang amat penting diperhatikan
oleh perilaku bisnis dalam merapkan teknologi informasi adalah sejauh mana
keberhsilan sistem tersebut membawa dampak positif dalam peningkatan kinerja
baik individual maupun organisasi secara keseluruhan.
Penerapan teknologi
informasi dalam sistem informasi perusahaan atau organisasi harus
dipertimbangkan dari sisi efisiensi dan keefektifan serta pemanfaatan dari
pemakaian teknologi informasi tersebut. Untuk mengukur seberapa besar manfaat
atau pengaruh teknoligi sistem informasi dalam suatu perusahaan atau organisasi
diperlukan suatu evaluasi untuk memberikan gambaran keberhasilan sistem itu
sendiri. Evaluasi yang dilakukan terhadap teknologi sistem informasi bermula
dari pemakai. Karena pemakai dapat berasumsi mengenai teknologi sistem
informasi yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan dan sesuai dengan
kebutuhannya.
Teknologi informasi
telah membawa perubahan mendasar pada struktur, operasi dan manajemen
organisasi. Penggunaan teknologi dalam organisasi akan mendukung kegiatan untuk
meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, meningkatkan
pengambilan keputusan, meningkatkan hubungan terhadap konsumen atau pelanggan,
serta mengembangkan aplikasi strategi baru. Tidak jarang ditemukan teknologi
yang diterapkan dalam sistem informasi sering tidak tepat atau tidak
dimanfaatkan secara maksimal oleh pemakai sistem sehingga penerapan sistem
informasi kurnag memberikan manfaat dalam peningkatan kinerja individual. Jika
evaluasi pemakai atas teknologi cocok dengan kemampuan dan tuntutan dalam tugas
pemakai, maka akan memberikan dorongan pemakai untuk memanfaatkan teknologi
sistem informasi. Oleh sebab itu, evaluasi pemakai digunakan sebagai tolak ukur
untuk keberhasilan penggunaan dan kualitas jasa sistem informasi yang
dihubungkan dengan kecocokan tugas dan teknologi. Sehingga dengan evaluasi
pemakai mempunyai hubungan yang positif signifikan terhadap peningkatan kinerja
suatu organisasi bisnis.
Pembahasan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan
perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnyapenerapan Enterprice Resource Planning
(ERP). ERP adalah salahsatu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem
manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan. Komunikasi bisnis
adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan
efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan
komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga
haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau
keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan. Komunikasi yang
effektif dalam dunia bisnis merupakan hal paling esensial guna bertahan dan
mendapatkan kemajuan. Adalah fakta bahwasannya komunikasi yang sukses adalah
dasar dari sebuah hubungan yang baik antara atasan dan bawahan, antara pekerja
dan manajemen, dan antara pelanggan dan penjual.
Sistem komunikasi yang baik dan efisien akan membantu
koordinasi yang lebih baik serta kontrol yang efisien. Sistem komunikasi yang
baik menghasilkan pemahaman yang jelas, produksi yang baik, dan iklim yang
sehat dalam sebuah organisasi. Di era globalisasi ini, tantangan seorang
manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, karena dunia bisnis
menghadapi lingkungan persaingan yang cenderung semakin turbulen. Para manajer
perlu membekali diri dengan keterampilan lintas budaya, berupa kemampuan
berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, gaya manajemen / bisnis bangsa lain,
maupun kerjasama tim, baik intern maupun dalam suatu aliansi strategis dengan
mitra bisnis. Disini peran komunikasi bisnis menjadi semakin sangat penting,
yaitu kemampuan membaca, menafsirkan laporan dan informasi dari lingkungan.
Disamping menyampaikan gagasan, baik lisan maupun tertulis secara sistematik.
Di era e-bisnis, Komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri.
Perkembangan sistim informasi dan teknologi mempercepat proses Globalisasi dan
memberikan peluang bagi dunia usaha di Indonesia untuk mengembangkan usahanya,
melalui berbagai kesempatan menjalin relasi bisnis, pemasaran produk ataupun
lainnya. Melalui e-bisnis, transaksi bisnis telah dilakukan melintasi batas
demi batas dan zona waktu yang hampir pada saat yang bersamaan.
Kesimpulan
Teknologi Informasi
sangatlah penting Komunikasi berkembang
menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistim informasi dan teknologi
mempercepat proses Globalisasi dan memberikan peluang bagi dunia usaha di
Indonesia untuk mengembangkan usahanya, melalui berbagai kesempatan menjalin
relasi bisnis, pemasaran produk ataupun lainnya. Melalui e-bisnis, transaksi
bisnis telah dilakukan melintasi batas demi batas dan zona waktu yang hampir
pada saat yang bersamaan.
Aktivitas e-bisnis di
Indonesia, merupakan tantangan tersendiri bagi para manajer untuk
mengkomunikasikan bisnisnya kepada masyarakat yang mayoritas skeptis terhadap
sistem penjualan on line melalui perbaikan sistem, pemupukan tingkat
kepercayaan masyarakat serta pemberian edukasi yang berkesinambungan.
SUMBER: