3SA04
13613744
PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN VIRTUAL
Penggunaan internet sebagai ruang sosial dan budaya di arus virtual mengandalkan terbentuknya korelasi tentang fenomena konsumsi dan gaya hidup virtual, terlebih sejak munculnya komunitas maya. Realitas komunitas maya telah menemukan karakternya yang khas, contohnya komunitas maya Kaskuser yang sudah mencapai jutaan lebih.
Seiring dengan perkembangan zaman media massa tumbuh dan berkembang dengan subur, bak jamur dimusim hujan. Era globalisasi memiliki pengaruh yang kuat disegala dimensi kehidupan masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial baik secara positif maupun negatif. Perkembangan teknologi membuat masyarakat terapit diantara dua pilihan. Disatu pihak masyarakat menerima kehadiran teknologi, di pihak lain kehadiran teknologi modern justru menimbulkan masalah-masalah yang bersifat struktural yang kemudian merambah di semua aspek kehidupan masyarakat. Terkait dengan perkembangan teknologi yang berdampak kearah modernisasi, IPTEK merupakan yang paling pesat perkembangannya. Salah satu diantaranya yang cukup membuat masyarakat terkagum-kagum ialah perkembangan teknologi informasi.
Akibatnya tanpa sadar informasi tersebut sedikit demi sedikit telah mempengaruhi pola tingkah laku dan budaya dalam masyarakat. Kebudayaan yang sudah lama ada dan menjadi tolak ukur masyarakat dalam berperilaku kini hampir hilang dan lepas dari perhatian masyarakat. Akibatnya, semakin lama perubahan-perubahan sosial di masyarakat mulai terangkat ke permukaan.
Perkembangan pada masyarakat
Perkembangan masyarakat Indonesia Menurut Selo Soemardjan :
1. Masyarakat sederhana
Masyarakat ini dalam perkembangannya relatif lambat, karena ciri – ciri masyarakat sederhana sebagai berikut :
- Hubungan kekeluargaan masih erat.
- Organisasi dalam hal tradisi masih diwariskan secara turun temurun.
- Percaya terhadap hal yang ghaib ( Animisme ).
- Belum ada lembaga khusus ( pendidikan ).
- Angka buta huruf masih tinggi.
- Hukum mudah dipahami, karena masih bersifat konvensional ( tak tertulis ).
- Kegiatan ekonomi masih berorientasi atas pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari saja.
- Kegiatan ekonomi yang masih memerlukan banyak tenaga.
2. Masyarakat Madya
Dalam proses perkembangannya, masyarakat ini lebih cepat dari pada masyarakat sederhana. Ciri – cirinya sebagai berikut :
- Kekeluargaan masih erat, tapi melihat untung dan rugi.
- Adat istiadat masih berlaku, tetapi menerima informasi dan teknologi dari luar.
- Timbulnya pemikiran yang rasional.
- Terdapat lembaga pendidikan.
- Adanya hukum tertulis.
- Ekonomi bersaing besar.
- Gotong royong masih berlaku untuk pembangunan fasilitas umum.
3. Masyarakat Pra Moderen
- Mengakui kemajuan karena memiliki inisiatif untuk menerima teknologi dan informasi.
Ciri – Ciri :
a. Hubungan antar masyarakat berdasarkan kepentingan pribadi.
b. Masyarakat percaya pada ilmu pengetahuan.
c. Sarana dan prasarana sudah terpenuhi.
d. Masyarakat terdiri dari beberapa macam profesi / pekerjaan.
e. Tingkat pendidikan relatif rata.
f. Ada hukum perdata dan pidana.
g. Ekonomi yang berorientasi pada pasar.
ANALISIS
Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.. namun akhir-akhir ini indonesia semakin gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.
Sebagai contoh adalah batik hasil dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini termasuk bahan-bahan yang diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini dikarenakan batik telah diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional.
Keberadaaan media massa dalam menyajikan informasi cenderung memicu perubahan serta banyak membawa pengaruh pada penetapan pola hidup masyarakat. Beragam informasi yang disajikan dinilai dapat memberi pengaruh yang berwujud positif dan negatif. Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari. Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, sehingga secara tidak langsung menyebabkan masyarakat menilai apakah lingkungan mereka sudah layak atau apakah ia telah memenuhi standar tersebut dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang di lihat, didengar dan dibaca dari media. Pesan/informasi yang disampaikan oleh media bisa jadi mendukung masyarakat menjadi lebih baik, membuat masyarakat merasa senang akan diri mereka, merasa cukup atau sebaliknya mengempiskan kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari yang lain.
Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup. Dampak yang ditimbulkan media massa bisa beraneka ragam diantaranya terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial atau nilai-nilai budaya. Di jaman modern ini umumnya masyarakat menganggap hal tersebut bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian dari trend massa kini. Selain itu juga, perkembangan media massa yang teramat pesat dan dapat dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakat cenderung berpikir praktis.
4. Masyarakat Tradisional
- Berbentuk komunitas kecil.
- Pranata sosial berdasarkan kekerabatan.
- Peralatan dan teknologi sederhana.
- Tergantung terhadap lingkungan hidup.
- Terpencil secara geografis.
- Terbatasnya akses pelayanan sosial.
Masyarakat tradisional terbagi menjado 2 kelompok :
a. Masyarakat primitif.
Masyarakat yang tingkat perkembangannya berburu dan meramu.
b. Masyarakat yang hidup dalam kebudayaan konservatif ( lama ).
Contoh : Islam Aboge di Desa Pekuncen, Tengger di bromo, Baduy di banten.
5. Masyarakat Transisi
Yaitu masyarakat yang mengalami perubahan dari tradisional menuju modern. Ciri – cirinya sebagai berikut :
- Adanya instansi pendidikan, seperti sekolah.
- Ada fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat , seperti puskesmas dan balai pengobatan.
- Mulai tumbuhnya industri tingkat rumahan ( Rumah tangga ).
- Masuknya teknologi dan informasi , seperti internet yang sudah tersedia di Desa desa.
- Perubahan fungsi lahan.
6. Masyarakat Pedesaan
Ciri – ciri :
- Penerimaan dalam hal interaksi berdasarkan kepada afektifitas ( tata krama ).
- Rasa persatuan dalam hal kebersamaan masih kental ( Orientasi kolektif ).
- Partikularisme dengan berpandangan subjektifitas.
- Askripsi masih ada, yaitu kekhususan, tidak diusahakan ( pemberian ).
- Interaksi masyarakat masih dalam lingkup keakraban yang kental.
7. Masyarakat Perkotaan
- Indivudual
- Heterogen :
o Suku daerah
o Pendidikan
- Berdaya saing tinggi., karena berorientasi kepada kesejah teraan masing – masing.
- Terdiri dari beragam profesi.
- Cenderung matrealistik.
- Masyarakat yang lebih terbuka menerima informasi dan perubahan.
8. Masyarakat Modern
- Alat – alat yang digunakan sudah mengalami modernisasi.
- Mulai meninggalkan kehidupan tradisional.
- Mulai berfikir rasional.
Faktor- faktor yang mempengaruhi masyarakat modern :
o Pendidikan
o Urbanisasi
o Komunikasi
o Politik
o Industrialisasi.
A. Masyarakat Majemuk
dalam kehidupan masyarakat majemuk, ada 2 macam :
1. Masyarakat mayoritas.
Adalah masyarakat yang mendominasi sebagian besar disuatu wilayah.
Biasanya jumlahnya banyak.
2. Masyarakat minoritas.
Masyarakat yang hanya sebagian kecil dari suatu wilayah.
Berjumlah sedikit.
B. Masyarakat Majemuk Indonesia.
Keanekaragaman Masyarakat Indonesia dipersatukan oleh sistem Nasional Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ikha.
C. Primordialisme
Adalah sikap yang merasa kebudayaan / kelompok sendiri lebih baik dari kebudayaan /kelompok lain. Berikut sebab terjadinya primordialisme :
- Adanya yang dianggap istimewa oleh individu / kelompok.
- Adanya sikap untuk mempertahankan keutuhan kesatuan sosial atau kelompok.
- Adanya nilai – nilai yang berkaitan dengan keyakinan.
D. Etnhosentrisme
Merupakan sikap fanatik yang ditunjukan terhadap suatu golongan. Dalam hal ini penanaman kebudayaan sudah semenjak dari lahir.