Social Psychology
Bryan Refael Arland Turangan
Dea Lavenia
Giovanny Marchia Putri
Rifky Dwi Rachmawan
Mutia Audrey
Source Language (SL)
|
Google Translation (GT)
|
Target Language(TL)
|
Translation Strategy (TS)
|
Social psychology is about understanding individual
behavior in a social context.
|
Psikologi sosial adalah tentang memahami perilaku
individu dalam konteks sosial.
|
Psikologi sosial adalah pemahaman tentang perilaku
individu dalam konteks yang social.
|
GT: Literal
Translation
TL: Free
Translation
|
It therefore looks at human behavior as influenced
by other people and the social context in which this occurs
|
Oleh karena itu terlihat pada perilaku manusia yang
dipengaruhi oleh orang lain dan konteks sosial dimana hal ini terjadi.
|
Itu terlihat dari perilaku manusia yang terpengaruh
oleh orang lain dan konteks sosial dimana hal ini terjadi.
|
GT: Literal
Translation
TL: Free
Translation
|
Social psychologists therefore deal with the factors
that lead us to behave in a given way in the presence of others, and look at
the conditions under which certain behavior/actions and feelings occur.
|
Oleh karena itu, ahli psikologi sosial menghadapi
faktor-faktor yang menyebabkan kita berperilaku dengan cara tertentu di
hadapan orang lain, dan melihat kondisi di mana perilaku / tindakan dan
perasaan tertentu terjadi.
|
Oleh karena itu,ahli psikologi sosial menghadapi
faktor faktor yang menyebabkan kita yang berperilaku dengan cara tertentu di
hadapan orang lain dan melihat kondisi dimana dimana perilaku atau tindakan
dan perasaan tertentu terjadi.
|
GT: Word to Word
TL: Establish
Equivalent
|
Social psychology is to do with the way these feelings,
thoughts, beliefs, intentions and goals are constructed and how such
psychological factors, in turn, influence our interactions with others.
|
Psikologi sosial berkaitan dengan bagaimana
perasaan, pemikiran, keyakinan, niat dan tujuan ini dibangun dan bagaimana
faktor psikologis semacam itu, pada gilirannya, mempengaruhi interaksi kita
dengan orang lain.
|
Psikologi sosial berkatian dengan bagaimana
perasaan,pemikiran,keyakinan,niat dan tujuan ini dibangun dan bagaimana
faktor psikologis seperti itu pada akhirnya akan mempengaruhi interaksi kita
dengan orang lain.
|
GT: Literal
Translation
TL: Establish
Equivalent
|
Aristotle believed
that humans were naturally sociable, a necessity which allows us to live
together (an individual centered approach), whilst Plato felt that the state
controlled the individual and encouraged social responsibility through social
context (a socio-centered approach).
|
Aristoteles percaya bahwa manusia secara alami dapat
bergaul, sebuah kebutuhan yang memungkinkan kita hidup bersama (pendekatan
individual yang berpusat), sementara Plato merasa bahwa negara mengendalikan
individu dan mendorong tanggung jawab sosial melalui konteks sosial
(pendekatan yang berpusat pada sosial).
|
Aristoteles percaya bahwa manusia secara alami dapat
bersosialisasi,sebuah kebutuhan yang memungkinkan kita hidup bersama
(pendekatan kehidupan yang berpusat)sementara plato merasa bahwa negara mengendalikan
individu dan mendorong tanggung jawab sosial melalui konteks sosial
(pendekatan yang berpusat pada sosial).
|
GT: Word to Word
TL: Word-to-Word
Translation
|
Hegel introduced
the concept that society has inevitable links with the development of the
social mind. This led to the idea of a group mind, important in the study of
social psychology.
|
Hegel memperkenalkan konsep bahwa masyarakat
memiliki hubungan yang tak terelakkan dengan perkembangan pikiran sosial. Hal
ini menyebabkan gagasan tentang kelompok pikiran, penting dalam studi
psikologi sosial.
|
Hegel memperkenalkan sebuah konsep bahwa masyarakat
memiliki hubungan yang tak dapat dihindari dengan perkembangan jiwa sosial.
Hal ini membawa gagasan tentang kelompok jiwa, penting dalam studi piskologi
sosial
|
GT: Word to Word
TL: Free
Translation
|